Rabu, 12 November 2014

Mendidik Anak dalam Kandungan


Pendidikan adalah setiap usaha yang diberikan oleh pengajar kepada pelajar dengan tujuan melatih agar anak dapat melaksanakan tugas melaksanakan tugas hidupnya. Dalam hal ini, mendidik anak tidak hanya ketika mereka dewasa, melainkan pada saat mereka masih berada dalam kandungan pendidikan juga diperlukan. Pendidikan dalam kandungan tidak dimaksudkan memberikan pemlajaran tentang matematika, fisika, dan kimia, melainkan pelajarn bagaimana mereka dapat merespon ibu sang bayi. Contohnya dengan menaruh headset yang berbunyi ayat-ayat Alquran  di perut sang ibu.
Menurut Islam (2004:10),”Pendidikan anak dalam kandungan adalah usaha sadar orang tua untuk mendidik anaknya yang masih dalam kandungan istri.” Pendidikan anak dalam kandungan ini tidak  hanya dibenarkan oleh peneliti. Tidak hanya peneliti, banyak juga hadis dan ayat Alquran yang menjelaskan tentang pendidikan dalam kandungan ini. Tidak hanya sekedar mendidik melainkan memberi tahu mereka mana suara ayah dan suara ibu. Ini merupakan hal yang cukup sulit karena diberikan kepada anak yang belum mengerti apapun.

             Islam(2004:55) menyatakan,
Mendidik anak dalam kandungan merupakan suatu pekerjaan besar yang membutuhkan motivasi yang kuat, pemikiran, ketelatenan, pengorbanan, dan kesungguhan yang nyata dari pihak pendidiknya, yaitu orang tuanya. Karena mendidik anak dalam kandungan sungguh berbeda dengan mendidik anak yang sudah lahir atau sudah memasuki sekolah dasar formal, di mana metode dan langkah-langkah mendidiknya sudah banyak diketahui dan telah berkembang dan diaplikasikan dengan baik.          
             Mendidik anak dalam kandungan juga mempunyai metode-metode tersendiri. Dr. Baihaqi (dikutip Islam, 2004:56) menjelaskan bahwa, hakikat metode mendidik anak dalam kandungan adalah dengan cara memberikan sentuhan atau elusan kepada bayi melalui perut ibu. Cara yang cukup sederhana ini memberikan pelajaran untuk sang bayi. Namun akan lebih baik lagi apabila menggunakan berbagai treatment. Adapun metode lain yang cukup sederhana adalah metode doa dan ibadah.
             Hurlock (dikutip Suryani dkk,2010:67) menjelaskan bahwa, tindakan kita terhadap bayi pra kelahiran mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.Ini mempertegas lagi bahwa pendidikan bayi pra kelahiran sangat baik. Tidak hanya tindakan, kebutuhan akan nutrisi juga harus dipenuhi dengan baik. Hindari janin dari penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan ibu dan bayi seperti, janin terkena virus; infeksi oleh bakteri sifilis, sakit gula, dan lain-lain.
              Tujuan dari pendidikan bayi prakelahiran mengajarkan atau memberi tahu sang bayi cara berkomunikasi dengan orang tua bayi. Sikap dan tindakan orang tua terhadap calon bayi akan sangat berpengaruh terhadap terhadap perkembangan sang anak. Jadi, Orang tua harus menjaga tingkah lakunya sesuai dengan ajaran agama ataupun berdasarkan penelitian. (http://perkuliahan.com)


Selasa, 11 November 2014

METODE ILMU PENGETAHUAN





A.METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksilogis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas).
B.METODE ABDUKSI DAN DEDUKSI
MetodeAbduksi: merupakansuatubentuksilogisme yang bertolakdarifaktaataukasus.
Metode deduksi: yaitu:

  1. Abduksi menawarkan suatu hipotesis yang memberikan eksplanasi yang probable. Kebenaran hipotesis masih harus dibuktikan melalui proses verifikasi.
  2. Hipotesis dapat memberikan eksplanasi terhadap fakta-fakta lain yang belum dijelaskan dan bahkan tidak dapat diobservasi secara langsung. Contoh teori Kopernikus tentang heliosentrisme.
  3. Kesimpulannya bahwa abduksi hanya menghasilkan hipotesis sebagai penjelasan sementara. Hipotesis yang coba ditawarkan melalui abduksi tidak lebih dari suatu vague ideas, yang masih harus dibuktikan melalui induksi dan deduksi.

C.METODE INDUKSI

Pendekatan induksi menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general).
Metode induksi ini banyak digunakan oleh ilmu pengetahaun, utamanya ilmu pengetahuan alam, yang dijalankan dengan cara observasi dan eksperimentasi. Jadi metode ini berdasarkan kepada fakta – fakta yang dapat diuji kebenarannya.


D.HUKUM DAN TEORI ILMIAH

Hukum ilmiah sesungguhnya adalah perkembangan lebih lanjut dari hipotesis. Hukum ilmiah, yang mengungkapkan hubungan sebab-akibat antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, sesungguhnya tidak lain adalah lanjutan dari hipotesis yang telah mendapat status yang lebih pasti sifatnya, yaitu karena telah terbukti benar dengan didukung oleh fakta dan data yang tidak terbantahkan. Maka dapat dikatakan bahwa semakin pasti sebuah hipotesis, hipotesis itu akan berubah menjadi sebuah hukum ilmiah. Ini terutama terjadi kalau apa yang dinyatakan dalam hipotesis ternyata terbukti benar, dan bahwa ada hubungan langsung tanpa kecuali antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain.
Walaupun bersifat lebih pasti, selalu saja kebenarannya bersifat sementara atau tidak definitif. Selalu saja ada kemungkinan, kendati sangat kecil sekali, bahwa hukum tersebut kelak akan dibantah atau gugur oleh penemuan ilmiah yang baru.








TEORI-TEORI TENTANG PENGETAHUAN





A.PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN

Pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh manusia, atau pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indrawi.
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan manusia saat dia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.
Ada dua istilah yang berhubungan dengan keyakinan dan pengetahuan.

  1. Magic power- (kekuatan magis) –> fenomena kekuatan gaib. Orang yang lebih percaya pada sesuatu yang aneh(karena tidak tahu sebabnya) sebagai kekuatan magis
  2. Naturalisme, berarti sesuatu yang alami.

B.SUMBER PENGETAHUAN RASIONALISME DAN EMPIRISME

1.Rasionalisme.
Rasionalisme adalah bahwa hanya dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja bisa sampai pada pengetahuan yang sebenarnya, yaitu pengetahuan yang tidak mungkin salah. Menurut kaum rasionalis, sumber pengetahuan, adalah akal budi manusia. Dengan akal budi yang memberi pengetahuan yang pasti benar tentang sesuatu. Oleh karena itu, konsekuensinya adalah kaum rasionalis menolak anggapan bahwa seseorang bisa menemukan pengetahuan melalui pancaindra.
2.Empirisisme
Empirisisme adalah paham filosofis yang mengatakan bahwa sumber satu-satunya bagi pengetahuan manusia adalah pengalaman. Untuk bisa sampai pada pengetahuan yang benar, menurutnya adalah data dan fakta yang ditangkap oleh pancaindra. Dengan kata lain pengetahuan yang benar adalah yang diperoleh melalui pengalaman dan pengamatan pancaindra, dengan sumber pengalaman dan pengamatan pancaindra tersebut yang memberi data dan fakta bagi pengetahuan seseorang. Semua konsep dan ide dianggap benar dengan sumber dari pengalaman seseorang dengan objek yang ditangkap melalui pancaindra.

C.KEBENARAN ILMIAH

Kebenaran ilmiah merupakan sesuatu yang krusial  dalam kehidupan ini. Sering kali dengan dalih sebuah kebenaran seseorang, kelompok, lembaga, atau bahkan  negara akan menghalalkan tindakan terhadap orang lain karena dianggap sudah melakukan tindakan yang benar. Begitu pula dalam bidang pendidikan tidak mungkin seorang guru melakukan pendidikan,dan  pengajaran terhadap peserta  didik jika tidak meyakini sebuah kebenaran.

D.MASALAH KEPASTIAN DAN FALIBILISME MODERAT

1. Masalah Kepastian kebenaran Ilmiah
Ilmu pengetahuan tidak akan pernah memberikan suatu formulasi final dan absolute tentang seluruh universum. Pengakuan ini dalam filsafat ilmu pengetahuan disebut falibilisme. Falibilisme tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan salah sama sekali, melainkan bahwa ilmuwan harus bersikap kritis terhadap apa yang sudah dicapainya. 
2. Fabilisme dan Metode Ilmu Pengetahuan
Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber, yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam. Beberapa indikasi metodologis bisa dilihat sebagai alas an dari falibilisme moderat ini.

E.ILMU TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN

Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung  dan saling mempengaruhi. Pada suatu pihak pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaannya. Sedangkan dilain pihak, pengembangan ilmu akan mempengaruhi jalannya kebudayaan. Ilmu terpadu secara intim dengan keseluruhan struktur social dan tradisi kebudayaan, mereka saling mendukung satu sama lain: dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembang secara pesat, demikian sebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar tanpa di dukung perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapannya.

F.ETIKA KEILMUAN

Istilah etika keilmuwan mengantarkan kita pada kontemplasi mendalam, baik mengenai hakekat, proses pembentukan, lembaga yang memproduksi ilmu lingkungan yang kondusif dalam pengembangan ilmu, maupun moralitas dalam memperoleh dan mendayagunakan ilmu tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.