Pendidikan adalah setiap usaha yang diberikan oleh
pengajar kepada pelajar dengan tujuan melatih agar anak dapat melaksanakan
tugas melaksanakan tugas hidupnya. Dalam hal ini, mendidik anak tidak hanya
ketika mereka dewasa, melainkan pada saat mereka masih berada dalam kandungan
pendidikan juga diperlukan. Pendidikan dalam kandungan tidak dimaksudkan
memberikan pemlajaran tentang matematika, fisika, dan kimia, melainkan pelajarn
bagaimana mereka dapat merespon ibu sang bayi. Contohnya dengan menaruh headset yang berbunyi ayat-ayat
Alquran di perut sang ibu.
Menurut Islam (2004:10),”Pendidikan anak dalam
kandungan adalah usaha sadar orang tua untuk mendidik anaknya yang masih dalam
kandungan istri.” Pendidikan anak dalam kandungan ini tidak hanya dibenarkan oleh peneliti. Tidak hanya
peneliti, banyak juga hadis dan ayat Alquran yang menjelaskan tentang
pendidikan dalam kandungan ini. Tidak hanya sekedar mendidik melainkan memberi
tahu mereka mana suara ayah dan suara ibu. Ini merupakan hal yang cukup sulit karena
diberikan kepada anak yang belum mengerti apapun.
Islam(2004:55) menyatakan,
Mendidik
anak dalam kandungan merupakan suatu pekerjaan besar yang membutuhkan motivasi
yang kuat, pemikiran, ketelatenan, pengorbanan, dan kesungguhan yang nyata dari
pihak pendidiknya, yaitu orang tuanya. Karena mendidik anak dalam kandungan
sungguh berbeda dengan mendidik anak yang sudah lahir atau sudah memasuki
sekolah dasar formal, di mana metode dan langkah-langkah mendidiknya sudah
banyak diketahui dan telah berkembang dan diaplikasikan dengan baik.
Mendidik
anak dalam kandungan juga mempunyai metode-metode tersendiri. Dr. Baihaqi
(dikutip Islam, 2004:56) menjelaskan bahwa, hakikat metode mendidik anak dalam
kandungan adalah dengan cara memberikan sentuhan atau elusan kepada bayi
melalui perut ibu. Cara yang cukup sederhana ini memberikan pelajaran untuk
sang bayi. Namun akan lebih baik lagi apabila menggunakan berbagai treatment.
Adapun metode lain yang cukup sederhana adalah metode doa dan ibadah.
Hurlock
(dikutip Suryani dkk,2010:67) menjelaskan bahwa, tindakan kita terhadap bayi
pra kelahiran mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.Ini mempertegas
lagi bahwa pendidikan bayi pra kelahiran sangat baik. Tidak hanya tindakan, kebutuhan
akan nutrisi juga harus dipenuhi dengan baik. Hindari janin dari
penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan ibu dan bayi seperti, janin terkena
virus; infeksi oleh bakteri sifilis, sakit gula, dan lain-lain.
Tujuan dari pendidikan bayi
prakelahiran mengajarkan atau memberi tahu sang bayi cara berkomunikasi dengan
orang tua bayi. Sikap dan tindakan orang tua terhadap calon bayi akan sangat
berpengaruh terhadap terhadap perkembangan sang anak. Jadi, Orang tua harus
menjaga tingkah lakunya sesuai dengan ajaran agama ataupun berdasarkan
penelitian. (http://perkuliahan.com)

